Mengenal Ilmu Tajwid

Tadjwid.com Rasulullah SAW bersabda yang berbunyi:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya: “Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an dan yang mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Berdasarkan dalil di atas, maka hendakanya kaum Muslimin mengupayakan semaksimal mungkin untuk memperbaiki diri mereka dalam membaca Al-Quran. Oleh karena itu, ilmu tajwid adalah ilmu yang sangat penting untuk dipelajari oleh kita selaku ummat Islam.

Cara yang terbaik untuk melakukan hal tersebut sebenarnya yaitu dengan berguru kepada seorang yang ahli. Baik itu Tengku (Aceh), Ustadz/Ustadzah dan sebutan lainnya bagi guru agama.

Rasulullah sendiri pun langsung diajarkan oleh Malaikat Jibril as.

Namun demikian, saya selaku orang yang berada dibalik pengurus web tadjwid.com akan tetap membagikan bahan-bahan seputar tajwid. Saya berharap bisa memudahkan para pelajar/mahasiswa yang sedang mencari bahan sekolah/kuliah dan juga bagi para pengajar yang membutuhkan bahan ajar online.

Semoga Allah memberkahinya.

Lanjut.

Membaca al-Quran tidak seperti membaca kitab-kitab atau buku lainnya yang merupakan buatan manusia. Membaca Quran harus sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan oleh Rasul-Nya.

Terlepas dari pendahuluan yang telah saya sampaikan di atas. Saya akan mencoba merangkumkan materi pembelajaran tajwid lengkap untuk para pembaca yang membutuhkan bahan untuk digunakan dalam belajar tajwid.

Namun saya akan mengawali dari keseluruhan materi tajwid yang ada dengan pembahasan mengenai apa sih sebenernya ilmu tajwid itu?

Baik, kita akan bahas sekarang.

Tajwid

Tajwid secara bahasa berasal dari kata jawwada-yujawwidu-tajwidan yang artinya membaguskan atau membuat jadi bagus. Dalam pengertian lain menurut lughoh, tajwid dapat pula diartikan sebagai “Al-ityaanu Bil Jayyidi”.

Artinya adalah segala sesuatu yang mendatangkan kebajikan.

Menurut istilah, tajwid adalah melafadzkan setiap huruf dari makhrajnya secara benar serta memenuhi hak-hak setiap huruf baik dari segi sifat lazimah atau sifat aridzahnya.

Tajwid adalah mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya, dengan memberikan hak-hak dan apa yang patut bagi huruf tersebut. Tujuan belajar tajwid adalah memenuhi perintah Allah SWT agar membaca al-Qur’an dengan tartil.

Pengertian Ilmu Tajwid

Menurut arti secara bahasa Ilmu tajwid adalah: Memperelokkan atau memperindah sesuatu.

Ilmu tajwid adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui kaidah dan cara membaca (membunyikan) huruf-huruf Al-Qur’an secara baik dan juga benar.

Ilmu tajwid adalah sebuah disiplin ilmu yang menguraikan dan mempelajari cara bacaan Al-Quran dengan baik dan benar. Di antara hal-hal yang dibahas di dalamnya adalah makharij al-huruf (tempat keluar huruf), ahkam al-huruf (hubungan antar huruf), ahkam al-maddi wa al-qasr (tentang panjang dan pendeknya ucapan), ahkam al-waqf wa alibtida (bagaimana memulai dan menghentikan bacaan).

Ilmu Tajwid menurut istilah adalah “suatu ilmu pengetahuan cara membaca alquran dengan baik dan tertib menurut makhrojnya, panjang pendeknya, tebal tipisnya, berdengung atau tidaknya, irama dan nadanya, serta titik komanya yang sudah diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya”.

Jadi, Ilmu tersebut sangat penting bagi para pembaca al-Qur’an sebagai pengantar membaca al-Qur’an yang benar. Karena tanpa ilmu tajwid orang membaca al-Qur’an akan seenaknya sendiri seperti membaca bacaan yang lain semisal syair. Untuk menghindari kesalahan dalam membaca al-Qur’an maka dibutuhkan pemahaman ilmu ini.

Tujuan Mempelajari Ilmu Tajwid

Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk memelihara bacaan Al-Quran dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca.

Mempelajari ilmu tajwid sangat mulia dan lebih diutamakan karena tajwid merupakan salah satu ilmu yang langsung berhubungan dengan Al-Quran dan dengan mempelajari ilmu tajwid, kita dapat melaksanakan kewajiban kita membaca Al-Quran dengan tartil.

Tujuan lainnya adalah untuk mencapai kesempurnaan dalam penetapan (pengucapan) lafadh Allah sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW yang lisannya lebih fasih.

Dengan demikian, hal ini menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslim, bahwa kita harus menjaga dan memelihara kehormatan, kesucian dan kemurnian al-Qur’an. Di antaranya adalah dengan membaca al-Qur’an secara baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwidnya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Muzammil ayat 4:

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Artinya: Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah atau merupakan kewajiban kolektif namun hukum membaca Al-Quran dengan memakai aturan-aturan tajwid merupakan fardhu ‘ain atau kewajiban bagi setiap individu. Al-Quran harus dibaca dengan memakai tajwidnya dikarnakan Allah swt. berfirman dalam surah Al Muzammil ayat 4.

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Artinya: Bacalah AlQuran itu dengan tartil yaitu dengan memakai tajwidnya.

Menurut Sayyidina Ali Bin Abi Thalib yang dimaksudkan dengan tartil adalah tajwid. Saat beliau ditanyakan, Wahai Ali apa maksudnya membaca Al-Quran dengan tartil?

Beliau menjawab : Tartil adalah membaguskan huruf-huruf dan mengetahui tempat-tempat waqafnya.

Dalam kitab Hidayatul Mustafid fi Ahkamit Tajwid dijelaskan:

Tidak ada perbedaan pendapat bahwasanya (mempelajari) ilmu tajwid hukumnya fardlu kifayah. Sementara mengamalkannya (membaca al-Qur’an) hukumnya fardu ’ain bagi setiap muslim dan muslimah yang telah mukalaf.”

Para ulama mendefinisikan tajwid yakni memberikan kepada huruf akan hak-hak dan tertibnya, mengembalikan huruf kepada makhraj dan asalnya serta menghaluskan pengucapannya dengan cara yang sempurna tanpa berlebihan, kasar, tergesa-gesa dan dipaksapaksakan.

Para ulama menganggap qiraat qur’an (apalagi menghafal) tanpa tajwid sebagai suatu lahn-lahn adalah kerusakan atau kesalahan yang menimpa lafadh, baik secara khafiy maupun secara jaliy.

Lahn jaliy adalah kerusakan pada lafadh secara nyata sehingga dapat diketahui oleh ulama qiraat maupun lainnya, menjadikan kesalahan i’rab atau shorof.

Lahn khafiy adalah kerusakan pada lafadh yang hanya dapat diketahui oleh ulama qiraat dan para pengajar qur’an yang cara bacanya diterima langsung dari para ulama qiraat dan kemudian dihafalkan dengan teliti berikut keterangan tentang lafadh-lafadh yang salah itu.

Materi yang Dipelajari dalam Ilmu Tajwid

Hal yang paling penting dipelajari dalam ilmu tajwid yaitu, huruf-huruf hijaiyah dalam bermacam-macam harakah (barisnya) serta dalam bermacam-macam hubungan.

Jika disestematiskan, saya sendiri dengan melihat beberapa buku dan juga dan materi yang ada di beberapa pembahasan tajwid (tahsin), bisa kita kategorikan dalam 3 kelas program.

Kelas Program Iqra’

Dalam kelas ini lebih diutamakan bagi seseorang yang memang belum pernah mempelajari cara membaca al-Quran. Maka nantinya akan membahas tentang:

  1. Pengenalan huruf-huruf hijaiyah, beserta baris-barisnya;
  2. Mengenal sukun dan tasydid;
  3. Sifat huruf;
  4. Makharijul huruf;
  5. Dll.

Setelah menguasai dan benar-benar paham dengan materi pada program Iqra”, maka akan masuk ke kelas selanjutnya dengan pembahasa yang lebih lanjut. Yaitu program tajwid.

Kelas Program Tajwid

Dalam kelas ini akan dibahas banyak hal tentang tajwid, dimulai dari pengenalan ilmu tajwid, mengenal tanwin, mim sukun, mad, dan lain sebagainya.

Kelas Program Pendalaman

Nah, kelas ini akan disuguhkan dengan materi yang lebih mendalam setelah menguasai kedua materi di atas. diantaranya mengenai waqaf dan ibtida‘, bacaan Nabr, ayart-ayat Gharibah, dll.

Huruf-huruf Hijaiyah yang Menjadi Pembahasan dalam Ilmu Tajwid

Huruf-huruf hijaiyah yang dibahas dalam ilmu tajwid adalah sebagai berikut:

huruf hijaiyah dalam ilmu tajwid

  • Jika disebut huruf hijaiyah yang 28, maksudnya ialah huruf yang tersebut di atas itu selain huruf Alif.
  • Huruf huruf tersebut semuanya menerima harakat ( ـــَـــ ) fathah, ( ـــِـــ ) kasrah, dan
    ( ــُــ ) dhammah.
  • Dan yang tidak menerima harakat hanya satu, yaitu huruf alif. Ia tidak dapat berdiri sendiri. Huruf alif selamanya harus berada di belakang huruf yang lain.
  • Kalau huruf alif diberi harakat yang kemudian bisa dibaca a, i, u, maka ia tidak dinamakan huruf alif lagi. Akan tetapi dinamai huruf hamzah,  dan kedudukannya (hukumnya) sama seperti huruf hamzah.

Bibliografi

  • M. Taufik N.T. 2012. Ringkasan Ilmu Tajwid. Publikasi Online.
  • H. Sayuti. Ilmu Tajwid Lengkap. Penerbit: Sangkakala.
  • Acep Iim Abdurrohim. 2003. Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap. Bandung: CV. Penerbit Diponegoro.
  • Manna Khalil Al-Qattan. 2007. Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, tej Mudzakir a6, Cet II. Bogor: Pustaka Antar Nusa.
  • United Islamic Cultural Centre of Indonesia. 2005. Tajwid Qarabasy. Jakarta Timur: Publikasi Online.
  • https://tafsirq.com/73-al-muzzammil/ayat-4. Diakses pada tanggal 14 Agustus 2020.
Bagikan Artikel Ini Yukk!
Default image
Fathurrahman
Owner https://tadjwid.com - Pribadi yang agak sungkan jika bertemu dengan banyak orang disekitar, terus bermuhasabah diri. Salam Kenal 🤝
Articles: 51

5 Comments

  1. […] – Sebelum melanjutkan materi pembelajaran mengenai ilmu tajwid untuk tahap awal (iqra’). Saya ingin berbagi mengenai artikel tentang tata cara membaca […]

  2. […] menggunakan salah satu web ini, (tadjwid.com) untuk dijadikan referensi materi belajar ilmu tajwid lengkap. Jadi, para murid tidak perlu lagi bersusah payah menggunakan media buku, karena web ini juga […]

  3. […] dengan ilmu tajwid Al- Qur’an. Pada tahapan belajar, ilmu tajwid dipelajari Kala kita telah mengenali huruf- huruf […]

  4. […] Tetapi mengerti kah Kamu pahala apa yang hendak didapatkan bila menekuni ilmu tajwid? […]

Leave a Reply

x