Hadits Tentang Ciri-ciri Orang Munafik

Manusia ialah sebaik-baiknya makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT. Berbeda dengan makhluk yang lain, manusia oleh Allah SWT dibekali ide benak, biar dapat membedakan antara sifat baik serta kurang baik. Salah satu sifat yang dibenci oleh Allah merupakan munafik.

Nifaq ataupun munafik merupakan terminologi dalam Islam yang merujuk pada mereka yang berpura-pura menjajaki ajaran agama, tetapi tidak mengakui dalam hatinya.

Semacam dilansir dari sc.syekhnurjati.ac.id, munafik secara bahasa berarti ketidaksamaan antara lahir serta batin. Sederhananya, ketidaksamaan tersebut dalam perihal kepercayaan, hatinya kafir namun mulutnya beriman.

Salah satu karakteristik orang munafik merupakan apabila mengatakan, dia hendak berdusta. Perihal ini sebagaimana yang tertuang dalam salah satu surah Alquran, yang artinya selaku berikut:

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.”Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya, “Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu? Tidakkah kamu mengerti?”. (Q.S Al-Baqarah: 76)

Tidak hanya itu, terdapat sebagian ciri-ciri orang munafik dalam hadits yang butuh dikenal umat muslim. Berikut ini sebagian hadits tentang identitas orang munafik yang saya lansir dari NU Online:

Mengenal Ciri-ciri Orang Munafik Menurut Hadits

Semacam yang telah dikenal, munafik merupakan salah satu sifat yang dibenci oleh Allah SWT. Alasannya, orang munafik sering berlagak tidak menentu serta sulit dikenal kebenaran perkataannya. Apalagi, Rasulullah SAW, sangat takut bila umatnya mempunyai sifat munafik, sebagaimana dalam salah satu hadits berikut, yang artinya:

Sungguh yang paling aku khawatirkan atas kalian semua sepeninggalku adalah orang munafiq yang pintar berbicara.” (HR At-Tabrani).

Pada dasarnya, munafik ialah sifat bathaniyah yang dapat dengan kilat memahami jiwa manusia. Oleh sebab itu, banyak orang tidak menyadari kalau dirinya tercantum orang yang mempunyai sifat ini. Berikut ini sebagian hadits tentang identitas orang munafik:

1. Senantiasa Berdusta

Identitas orang munafik yang awal merupakan senantiasa berdusta. Seorang yang mempunyai sifat ini, senantiasa memperlihatkan yang berbeda dengan yang dirahasiakan di dalam hati. Ada pula hadits tentang identitas orang munafik merupakan selaku berikut, yang artinya:

Jika berkata selalu berdusta, jika berjanji selalu mengingkari, jika diberikan kepercayaan selalu berkhianat, dan jika memusuhi melampaui batas.” (HR. Al-Bukhari).

2. Suka Berkhianat

Identitas orang munafik selanjutnya ialah suka berkhianat. Seorang yang tidak miliki komitmen dengan apa yang hendak dijalankannya, hingga diucap selaku orang munafik.

Biasanya, orang semacam ini bila diberi amanah hingga hendak berkhianat. Perihal ini sebagaimana hadits tentang identitas orang munafik berikut, yang artinya:

Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanah mengkhianati.” (HR Bukhari dan Muslim).

3. Mempercepat Sholat

Identitas orang munafik pula dapat dicermati dari metode salatnya. Seseorang muslim yang kerap memesatkan salatnya, cenderung mempunyai sifat munafik.

Perihal ini sebagaimana yang tercantum dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:

Itulah salat orang munafik, Itulah salat orang munafik, Itulah salat orang munafik. (Yaitu) dia menunggu matahari sampai hampir terbenam kemudian dia berdiri (untuk sholat asar), lalu mempercepat (tanpa ada rasa khusyuk sedikitpun) empat rakaat, tanpa mengingat Allah di dalamnya kecuali sedikit sekali.” (HR Muslim).

4. Kerap Ingkar Janji

Kerap ingkar janji jadi salah satu identitas orang munafik. Seorang yang gema ingkar janji, tidak dapat dipegang perkataannya.

Tidak hanya itu, ia pula tidak sempat menepati janjinya yang telah dia tebarkan kepada orang lain. Perihal ini sebagaimana yang dipaparkan dalam surat An-Nahl ayat 91, yang artinya:

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”

Default image
Fathurrahman
Owner https://tadjwid.com - Pribadi yang agak sungkan jika bertemu dengan banyak orang disekitar, terus bermuhasabah diri. Salam Kenal 🤝
Articles: 28

Leave a Reply