Dasar Hukum, Bacaan dan Tata Cara Sujud Sahwi Sesuai Ketentuan Islam

Tata cara sujud sahwi cocok syariat terkadang masih belum dapat dicoba. Tidak sedikit warga yang paham dengan benar tata cara sujud sahwi. Sujud sahwi sendiri dicoba dikala seorang merasa ragu maupun kurang ingat dengan doa sampai gerakan salat.

Mengerti kah kamu, sujud Sahwi berasal dari bahasa Arab Sahwun yang berarti kurang ingat ataupun lalai. Secara sebutan, sahwi ialah ada suatu baik teks dalam salat ataupun gerakan yang terlupakan. Lalu gimana tata cara sujud Sahwi cocok syariat Islam?

Dasar Hukum Sujud Sahwi

Umat Islam mulai memahami sujud Sahwi merupakan dikala Nabi Muhammad SAW jadi imam salat Isya. Dikala itu seseorang teman Nabi SAW menanyakan Mengenai salat Isya yang cuma 2 rakaat. Teman Nabi SAW ini juga merasa kebimbangan. Rasulullah SAW lalu bertanya kepada segala jamaah, apakah baru salat Isya tadi 2 rakaat, serta mereka menanggapi benar.

Rasulullah SAW kesimpulannya mengajak para teman- temannya buat berdiri serta menyempurnakan salat Isya ialah dengan menaikkan 2 rakaat yang tertinggal. Tidak cuma itu, Nabi SAW bersama para teman pula melaksanakan bonus sujud 2 kali usai salam. Kejadian inilah yang jadi dini mula Nabi SAW mengenalkan sujud Sahwi dikala kurang ingat jumlah rakaat salat.

Rasulullah SAW bersabda,

Saya hanyalah manusia biasa. Saya bisa lupa sebagaimana kalian lupa. Jika saya lupa, ingatkanlah aku. Jika kalian ragu tentang jumlah rakaat sholat kalian, pilih yang paling meyakinkan, dan selesaikan sholatnya. Kemudian lakukan sujud sahwi.” (HR. Bukhari & Muslim).

Syarat Sujud Sahwi

Saat sebelum melaksanakan sujud Sahwi, terdapat sebagian ketentuan yang wajib dipadati. Syarat- syarat sujud Sahwi merupakan selaku berikut:

1. Kurang Jumlah Rakaat

Kala kamu kurang ingat serta jumlah rakaat kurang dari semestinya. Terdapat baiknya lekas memenuhi kekurangan rakaat tersebut. Semacam dalam cerita tadinya, Nabi Muhammad SAW langsung menaikkan gerakan 2 rakaat buat menyempurnakannya. Setelah itu ditutup pula dengan 2 kali sujud sahwi usai salam.

2. Kelebihan Jumlah Rakaat

Minimnya fokus dalam salat, nyatanya sanggup memunculkan keraguan. Sampai kesimpulannya kamu dapat menaikkan jumlah rakaat tanpa disadari awal mulanya. Kamu dapat langsung melaksanakan sujud Sahwi sehabis salam dikala teringat dengan kelalaian tersebut.

3. Ragu dengan Doa, Gerakan, serta Jumlah Rakaat

Apabila kamu ragu sudah melaksanakan salah satu gerakan salat contohnya sujud telah berapa kali. Dikala mengalami keadaan tersebut, kamu dapat langsung melaksanakan sujud sahwi.

Kala kamu ragu dengan jumlah rakaat serta bisa memastikan jumlah yang diyakini. Dikala kamu ragu dengan jumlah rakaat serta tidak bisa memastikan secara tentu telah mengerjakan berapa rakaat. Memilih jumlah yang sangat sedikit, setelah itu menaikkan rakaat buat menyempurnakannya beserta sujud Sahwi.

4. Tasyahud Dini yang Terlewat

Dikala kamu salat sampai melupakan tasyahud dini sebab kurang ingat, ada 2 kondisi. Awal, baru teringat usai berdiri sempurna pada rakaat selanjutnya. Pada permasalahan ini, kamu tidak butuh turun buat tasyahud dini, tetapi langsung saja melanjutkan salat sampai berakhir. Berikutnya barulah kamu melaksanakan sujud sahwi saat sebelum salam.

Kedua, baru teringat saat sebelum bangkit ke rakaat selanjutnya. Pada permasalahan ini, hendaknya kamu langsung duduk buat tasyahud dini serta melanjutkan salat sampai berakhir.

Bacaan Sujud Sahwi

Mengutip dari liputan6. com, sesungguhnya tidak terdapat doa spesial sujud sahwi di kitab manapun. Sehingga para ulama setuju buat membaca doa cocok dengan teks kala sujud.

Semacam yang diungkapkan oleh Ibnu Qudamah rahimahullah,

Hendaklah dia membaca di dalam sujud sahwi-nya, bacaan yang diucapkan di dalam sujud ketika salat, karena sujud sahwi merupakan sujud yang serupa dengan sujud salat“. (Al-Mughni, 2:432433)

Ada pula macam-macam teks doa sujud selaku berikut:

1. SUBHAANA ROBBIYAL ALAA( 3 kali)
Artinya: Maha Suci Robb- ku yang Maha Besar( 3 X)

2. SUBHAANA ROBBIYAL ALAA WA BIHAMDIH.( 3 kali)
Artinya: Maha Suci Robb- ku Yang Maha Besar, serta memujilah saya kepada- Nya.

3. SUBHAA- NAKALLAHUMMA ROBBANAA WA BIHAMDIKA, ALLAHUMMAGHFIR- LII.
Artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, Wahai Rabb kami, serta dengan memuji- Mu, Ya Allah, berilah ampunan untukku.

Tata Cara Sujud Sahwi

Tata cara sujud sahwi cocok dengan yang tertuang dalam suatu hadis, dan cerita kala Rasulullah SAW terlupa jumlah salat Isya kala itu.

Lalu beliau salat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudian beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit“. (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Sebaliknya komentar sebagian besar ulama, sujud sahwi tidak butuh mengangkut tangan ataupun takbiratul ihrom. Lumayan cuma dengan mengucapkan takbir. Landasannya merupakan Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah yang berkata,

Para ulama berselisih pendapat mengenai sujud sahwi sesudah salam apakah disyaratkan takbiratul ihram ataukah cukup dengan takbir untuk sujud? Mayoritas ulama mengatakan cukup dengan takbir untuk sujud“.

Bila saat sebelum salam, tidak butuh melaksanakan tahiyatul kedua lagi.

Sujud Sahwi Saat sebelum ataupun Setelah Salam

Sujud sahwi saat sebelum salam, dicoba dikala:

  • Meninggalkan tasyahud dini. Seperti dengan gerakan ini, itu berarti seluruh permasalahan meninggalkan harus salat sebab kurang ingat.
  • Ragu jumlah rakaat salat serta tidak dapat memastikan mana yang lebih meyakinkan.

Sujud sahwi sehabis salam, dicoba buat keadaan:

  • Menaikkan jumlah rakaat salat.
  • Menaikkan gerakan dalam salat.

Ragu teks ataupun gerakan salat, serta dapat memastikan mana yang lebih meyakinkan. Para ulama sudah setuju, menimpa melaksanakan sujud sahwi baik saat sebelum ataupun setelah salam, sifatnya anjuran. Artinya bila melaksanakan sujud sahwi di salah satu waktu tersebut, salat senantiasa legal. Cocok penjelasan oleh al- Khithabi.

  • Metode sujud sahwi sama semacam dengan sujud dalam salat pada biasanya.
  • Sujud sahwi dicoba 2 kali, dipisah dengan duduk sejenak.
  • Disyariatkan buat membaca takbir tiap kali turun sujud ataupun bangkit dari sujud, seperti gerakan salat.
Default image
Fathurrahman
Owner https://tadjwid.com - Pribadi yang agak sungkan jika bertemu dengan banyak orang disekitar, terus bermuhasabah diri. Salam Kenal 🤝
Articles: 28

Leave a Reply