Apa Itu Syirik? Berikut Pengertian, Pembagian dan Bahaya Dari Syirik

Syirik merupakan sesuatu fenomena kemasyarakatan yang timbul akibat jauhnya warga dari ajaran tauhid. Kesalahan mereka dalam menguasai ajaran tauhid menghantarkannya kepada kesesatan ataupun kezaliman yang bersangatan (syirik).

Datangnya Islam selaku agama terakhir dilatarbelakangi oleh fenomena ini. Islam diturunkan selaku agama penerang serta hudan untuk tiap manusia.

Oleh sebab itu, dengan tugas mulia ini hingga ajaran Islam hendak sanggup melepaskan manusia dari penyembahan berhala serta kembali kepada penyembahan kepada Allah SWT yang sudah menghasilkan, memelihara, mendidik, meningkatkan serta mengendalikan alam ini.

Di antara perkata yang ada dalam Al-Qur’an merupakan kata “syirik”. Kebanyakkan manusia di dunia ini bertuhan lebih dari satu.

Al-Qur’an menamakan mereka ini musyrik, ialah orang yang syirik. Kata syirik ini berasal dari “syaraka” yang berarti mengombinasikan 2 ataupun lebih barang, perihal yang tidak sama seolah-olah sama.

Syirik dalam makna mempersekutukan Tuhan dengan menjadikan suatu, selaku obyek pemujaan, serta ataupun tempat menggantungkan harapan serta dambaantermasuk dalam jenis kufr.

Ini sebab perbuatan itu mengingkari kemahakuasaan serta kemahasempurnaan-Nya. Berikut merupakan uraian sepenuhnya menimpa apa itu syirik bagi agama Islam.

Pengertian Syirik

Syirik merupakan menyekutukan Allah Swt dalam rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya, asma’ (nama-nama) ataupun sifat-Nya.

Bila seseorang hamba meyakini kalau terdapat tuhan tidak hanya Allah SWT yang berhak buat disembah, meyakini terdapat sang pencipta ataupun penolong tidak hanya Allah SWT, hingga dia sudah musyrik.

Bagi Ibnu Manzur dalam Lisanul Arabi (Darul Ma’aruf, 1990), kata syirik berasal dari “syaraka” yang bermakna bersekutu 2 orang misalnya seorang mengatakan asyraka billah yang artinya kalau ia sederajat dengan allah SWT.

Sedangkan itu, syirik bagi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti menyekutukan Allah SWT dengan yang lain.

Syirik merupakan pangkal seluruh kejahatan serta penyelewengan dan rusaknya benak ataupun tingkah laku. Syirik pada hakekatnya merupakan perkataan ataupun akidah tanpa ilmu. Sebagaimana Firman Allah SWT yang berbunyi:

Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apa jua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). dan sesiapa yang mempersekutukan Allah SWT (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.” (Qs. an-Nisa : 48).

Bahaya Syirik

Orang yang menyekutukan Allah SWT diucap musyrik. Sebaliknya Syirik secara sebutan merupakan asumsi ataupun maksud menyekutukan Allah SWT dengan yang lain, seakan-akan terdapat yang Maha Kuasa di samping Allah SWT.

Defenisi syirik menggambarkan kalau syirik merupakan membandingkan tidak hanya Allah dengan Allah SWT semacam berdoa ataupun memohon pertolongan kepada tidak hanya Allah SWT tetapi senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Ataupun memalingkan wujud sesuatu ibadah, semacam berniat, berkorban serta sebagainya kepada tidak hanya Allah SWT.

Oleh sebab itu siapa saja menyembah tidak hanya Allah SWT berarti dia menempatkan ibadahnya tidak pada letaknya serta memberikannya kepada yang tidak berhak serta ini ialah kezaliman yang sangat besar, Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an Surah Luqman ayat 13:

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya “hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Surah Luqman ayat 13).

Tidak hanya itu, syirik pula bisa melenyapkan seluruh amal kebaikan yang sudah dicoba seorang. Bagi Meter.

Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah ayat di atas menampilkan kalau perbuatan syirik ialah dosa yang terbanyak sebab bukti-bukti keesaan-Nya sedemikian gamblang serta jelas terbentang di alam raya, apalagi dalam diri manusia sendiri.

Allah SWT sudah menghasilkan manusia dalam kondisi mempunyai kemampuan buat mengenal-Nya serta penuhi tuntunan-tuntunan-Nya

Pembagian Syirik

Pembagian syirik dipecah jadi 2 bagian ialah pembagian secara kuantitas serta kualitas.

1. Syirik Secara Kuantitas

Dilansir dari publikasi oleh uin-suska.ac.id. Awal, pembagian syirik secara kuantitas bisa dipecah 3 ialah:

a. Syirik Uluhiyyah

Syirik Uluhiyyah ialah meyukutukan allah swt dalam makna menyakini terdapatnya tuhan lain tidak hanya ia, selaku pencipta alam semesta.

b. Syirik Rububiyyah

Syirik Rububiyyah, ialah menyekutukan Allah SWT dalam makna menyakini terdapatnya tuhan lain tidak hanya Ia, selaku pemelihara serta pengatur alam semesta.

c. Syirik ‘Ubudiyyah

Syirik ‘Ubudiyyah, ialah menyekutukan allah Swt dalam makna menyakini terdapatnya tuhan tidak hanya ia, selaku yang disembah. Dengan kata lain, seorang menyembah allah swt sekalian menyembah tuhan-tuhan yang lain.

2. Syirik Secara Kualitas

Ada pula secara kualitas dipecah jadi 2, ialah:

  • Syirik besar (Al syirk Al Akbar), ialah meyakini kalau terdapat tuhan tidak hanya Allah SWT.
  • Syirik kecil (Al syirk Al Asghar), ialah melaksanakan sembahyang bukan sebab Allah SWT, namun sebab manusia. Dalam islam syirik ini pula disebutkan dengan riya.

Kedua tipe syirik tersebut wajib dihindari, sebab bisa mengganggu keimanan seorang. Bagi Yusuf Qardhawi, syirik yang awal kali terjalin merupakan syirik yang dicoba oleh kalangan Nabi Nuh As, penyebabnya merupakan ghuluw artinya berlebih-lebihan terhadap orang-orang yang shaleh.

a. Syirik Besar

Syirik besar ataupun yang pula diucap syirik akbar/jali merupakan perbuatan yang jelas-jelas menyangka terdapatnya tuhan tidak hanya Allah SWT serta menjadikannya selaku tandingan-Nya.

Selain itu, syirik akbar bisa menimbulkan pelakunya diancam keluar dari agama Islam serta apabila wafat dalam keadaan belum bertaubat hingga dosanya tidak terampuni.

Syirik akbar merupakan memalingkan sesuatu wujud ibadah kepada tidak hanya Allah SWT ataupun mendekatkan diri kepadanya dengan menyembelih kurban serta berniat buat tidak hanya Allah SWT baik buat kuburan, jin serta setan.

Rasa khawatir yang kelewatan kepada orang yang sudah mati, jin ataupun setan serta meyakini kalau mereka bisa mendatangkan kemudharatan. Ataupun mengharapkan suatu kepada tidak hanya Allah SWT semacam kekayaan, keberuntungan serta yang lain.

Dalam perihal ini Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Yunus ayat 18:

Dan mereka menyembah selain dari pada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa`atan, dan mereka berkata “mereka itu adalah pemberi syafa`at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah “apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).

Oleh sebab itu, siapa saja yang melaksanakan syirik akbar/jali hingga dia dikeluarkan dari agama Islam. Syirik akbar/jali terdapat 4, ialah:

  1. Syirik dakwah (doa) merupakan di samping berdoa kepada Allah SWT pula berdoa kepada selainNya, sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an Surah al-Ankabut ayat 65:
    Maka apabila mereka naik kapal mereka mendo`a kepada Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tibatiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).
  2. Syirik hasrat, kemauan serta tujuan merupakan sesuatu wujud ibadah yang diperuntukan kepada tidak hanya Allah SWT Dia berfirman dalam al-Qur’an Surah Hud ayat 15-16:
    Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan siasialah apa yang telah mereka kerjakan?
  3. Syirik ketaatan merupakan menaati tidak hanya Allah SWT dalam perihal maksiat kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an Surah at-Taubah ayat 31:
    Mereka menjadikan orangorang alimnya, dan rahibrahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
  4. Syirik kecintaan (mahabbah) merupakan membandingkan tidak hanya Allah SWT dengan Allah SWT dalam perihal kecintaan, sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 165:
    Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orangorang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

b. Syirik Kecil

Syirik kecil ataupun yang pula diketahui dengan syirik ashgar/khafi merupakan perbuatan yang secara tersirat memiliki pengakuan terdapatnya yang berkuasa tidak hanya Allah SWT.

Tercantum dalam perihal ini, sebagaimana di dalam Musnad Ahmad ibn Hanbal dikatakan kalau seorang yang dalam mengerjakan sesuatu perbuatan terdapat iktikad buat dipuji oleh orang lain (ria).

Ataupun syirik yang berhubungan dengan penyembahan terhadap Allah serta bermuamalah dengan-Nya, walaupun pelakon syirik ini berkeyakinan kalau Allah SWT tidak mempunyai sekutu dengan zat, sifat serta perbuatan-Nya.

Cuma saja di dalam syirik asghar tidak menimbulkan pelakunya keluar dari agama Islam hendak namun dia kurangi tauhid serta ialah perantara (washilah) kepada syirik besar.

Syirik kecil atau syirik asghar terdapat 2 jenis, ialah:

  1. Syirik zhahir (nyata) merupakan syirik dalam wujud perkataan serta perbuatan semacam bersumpah dengan nama tidak hanya Allah SWT sebagaiamana firman-Nya dalam al-Qur’an Surah at-Takwir ayat 29:
    Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.
  2. Syirik khafi (tersembunyi) merupakan syirik dalam perihal kemauan serta hasrat semacam mau dipuji serta mau didengar orang lain atas ibadah yang dilaksanakan. Contohnya melaksanakan sesuatu amal tertentu cuma mau dipuji serta disanjung orang lain ataupun memperbagus teks/ gerakan shalat supaya dipuji ataupun disanjung orang. Allah SWT berfirman dalam AlQur’an Surah al-Kahfi ayat 110:
    Katakanlah “sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku “bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.
Default image
Fathurrahman
Owner https://tadjwid.com - Pribadi yang agak sungkan jika bertemu dengan banyak orang disekitar, terus bermuhasabah diri. Salam Kenal 🤝
Articles: 28

Leave a Reply